![]() |
![]() ![]() ![]()
|
|
FMRB
|
aktivitas RAPALA ( Randublatung Pencinta Alam ) adalah sebuah kolektif yang sebagian besar personnya anak - anak muda yang mencoba peduli terhadap permasalahan lingkungan hidup. Karena memang sebetulnya kolektiv kami berangkat dari sebuah kondisi dimana, ketika rezim orde baru tumbang dan terjadi aksi - aksi euforia reformasi yang kemudian melahirkan sebuah fenomena dimasyarakat dalam bentuk - bentuk tindakan pemenuhan kebutuhan yang sulit tercukupi akibat multi krisis di Indonesia dengan jalan merebut kembali kawasan - kawasan produksi milik negara yang dikelola oleh pemerintah dalam bentuk Badan Usaha Milik Negara ( BUMN ) dan itu terjadi juga ditempat kami dimana sebuah kawasan hutan jati yang sangat kaya yang dikelola oleh PT. Perhutani BUMN yang mengelola sumber daya hutan . masyarakat yang pada dasarnya paham bahwa selain sebagai sumber ekonomi hutan mempunyai fungsi lain yang lebih penting yaitu fungsi pengatur keseimbangan lingkungan dan karena realitas sosial yang ada pada kehidupan masyarakat dalam bentuk kebutuhan hidup sehari-hari sangat sulit akhirnya masyarakat mengabaikan fungsi lingkungan dari sebuah hutan dan masyarakat hanya melihat dengan masuk dan menebang pohon yang ada mereka akan dapat memenuhi kebutuhan hidup dengan cukup malah bisa sangat berlebihan dan akhirnya ini menjadi sebuah kebiasaan dan kalau ini tidak segera disikapi dengan cara menumbuhkan kembali kesadaran yang telah mati karena alasan pemenuhan ekonomi kami pikir ini sangat berbahaya untuk keberlangsungan sebuah ekosistim hutan yang sangat besar artinya bagi semua kehidupan. berangkat dari semua permasalahan tersebut diatas kami mencoba membangun kembali kesadaran lokal masyarakat dengan cara - cara yang paling tidak bisa diterima seperti membuat sebuah kegiatan bersama dalam bentuk penanaman pohon tanaman keras seperti : Jati , Mahoni , Sono keling dilahan milik masyarakat yang kurang produktif seperti sekitar daerah aliran sungai, tanah - tanah tandus pinggir hutan negara , dengan harapan supaya masyarakat di masa depan nanti ketika mereka memerlikan kayu untuk bahan bangunan rumah mereka tidak perlu lagi masuk kekawasaan hutan. disamping itu kolektif kami juga membangun kesadaran ditingkat pelajar dengan cara bekerjasama dengan sekolah- sekolah yangada didaerah kami dengan membuat kegiatan ekstra kurikuler dengan materi lingkungan hidup dan aktivitas kepencita alaman , dengan harapan tumbuhnya kesadaran lingkungan ditingkat pelajar. disam ping itu kami juga membangun kontak dengan berbagai organ yang lain seperti ketika terjadi sebuah bencana meledaknya proyek kilang minyak dan gas ditempat kami yang eksplorasinya dilakukan oleh pertamina bekerja sama dengan Exxon mobil perusahaan multinasional Amerike kami mencoba mengangkat kejadian tersebut supaya semua kolektif ditempat lain yang konsen terhadap masalah lingkungan mengetahui bahwa dampak dari eksplorasi tersebut sebetulnya sebetulnya tidak adail bagi masyarakat lokal dan dalam jangka panjang akan mewariskan sebuah lingkungan yang rusak akibat dari polusi yang dihasilkan seperti meningkatnya suhu udara sehingga panas bertambah , polusi air dan udara . demikian sedikit gambaran kolektev kami kontak anak_seribupulau@yahoo.com.au |